Sejarah Pondok Buntet Pesantren: Menjaga Tradisi, Mengawal Negeri

Pondok Buntet Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan sebuah pilar peradaban Islam tertua di Indonesia, yang akarnya menghunjam jauh sejak abad ke-18. Berdiri di Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 1750 M, Buntet Pesantren didirikan oleh seorang ulama kharismatik, KH. Muqoyyim bin Abdul Hadi, atau yang akrab disapa Mbah Muqoyyim.

Generasi Pendiri dan Semangat Perlawanan

Kelahiran Buntet Pesantren adalah wujud nyata perlawanan kultural terhadap kolonialisme. Mbah Muqoyyim, yang kala itu menjabat sebagai penghulu di Keraton Kanoman Cirebon, memutuskan untuk meninggalkan jabatannya karena kecewa dengan sikap keraton yang mulai tunduk pada pengaruh Belanda. Beliau kemudian memilih hijrah ke daerah yang semula merupakan hutan belukar, yaitu di Dusun Kedungmalang. Dalam proses pendiriannya, Mbah Muqoyyim dikenal menjalani tirakat berat, termasuk berpuasa bertahun-tahun demi keberkahan tanah dan keselamatan anak cucunya. Karisma beliau yang ditakuti Belanda membuat pesantren ini diserang dan dihancurkan. Namun, dengan kelebihan yang dimilikinya, Mbah Muqoyyim berhasil membangun kembali pesantrennya di Desa Mertapada Kulon, menjadikannya benteng pertahanan spiritual dan moral bagi masyarakat.

Tradisi Keilmuan Salafiyah dan Karakter Santri

Sejak awal, Buntet Pesantren secara teguh memegang tradisi keilmuan Salafiyah, yang dicirikan dengan kajian Kitab Kuning secara tuntas, berjenjang, dan mendalam (dirosah diniyyah). Kurikulum pesantren berpusat pada ilmu-ilmu turats seperti Fiqih (bermazhab Syafi’i), Tafsir, Hadits, Tasawuf, dan Ilmu Alat (Nahwu & Shorof). Tradisi ini menghasilkan santri yang memiliki sanad keilmuan kuat dan tafaqquh fiddin (kedalaman dalam ilmu agama). Selain ilmu, pesantren juga menekankan pada pendidikan akhlak, ketaatan pada Kyai (dzurriyah), hidup sederhana, persaudaraan yang erat, serta semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).

Pahlawan Santri dan Peran Kebangsaan

Puncak kiprah kebangsaan Buntet Pesantren terukir pada generasi keempat, yaitu melalui sosok KH. Abbas Abdul Jamil (Mbah Abbas). Dijuluki sebagai “Singa dari Jawa Barat,” KH. Abbas merupakan ulama yang sangat berpengaruh dalam pergerakan nasional. Beliau memainkan peran sentral dalam merumuskan dan mengawal Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 bersama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang kemudian melahirkan peristiwa heroik Perang 10 November di Surabaya. Kontribusi Mbah Abbas membuktikan bahwa Buntet Pesantren senantiasa menjadi garda terdepan dalam membela agama, bangsa, dan negara. Kepemimpinan ini kemudian dilanjutkan oleh para Kyai Sepuh dari keturunan beliau, seperti KH. Abdullah Abbas yang dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik panutan di Jawa Barat.

Integrasi Sistem Pendidikan Modern

Pada perkembangannya, Buntet Pesantren menunjukkan sifat adaptifnya tanpa meninggalkan tradisi. Untuk menjawab tuntutan zaman, pesantren mengintegrasikan sistem Salaf dan Kholaf (pendidikan modern). Kini, Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Buntet Pesantren Cirebon menaungi lebih dari 65 pondok dan berbagai lembaga pendidikan formal yang lengkap, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Lembaga-lembaga ini mencakup MI, MTs, MA (seperti MANU Putri Buntet Pesantren), SMK, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Integrasi ini bertujuan menghasilkan generasi santri yang mampu menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu umum, menjadi ulama yang intelek dan intelektual yang berakhlak. Hingga kini, Buntet Pesantren tetap menjadi pusat dakwah Islam yang mengajarkan nilai-nilai keislaman moderat, toleran, dan berimbang (tawasuth, tasamuh, dan tawazun), serta berperan sebagai ujung tombak peradaban bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Outing Class Kelas X
Libur Menyambut Silatnas 3 Abad
Studi Banding 2025
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
PAS Ganjil 2025
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Tes Kemampuan Akademik
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Gladi Bersih Tes Kemampuan Akad...
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Outing Class Kelas X
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
HSN 2025
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik